Graha Bintoro Corp, Casamora Square, Jl. Sirsak, Jagakarsa Jakarta Selatan 12630
Layanan 7 hari 24 jam
Breadcrumb Image
Category: Perawatan & Pemeliharaan
09 Mar 2024  /  by Web Admin   /   0 Comments

Bagaimana Cara Mengoperasikan Filter Kolam Renang yang Benar?

Bagaimana Cara Mengoperasikan Filter Kolam Renang yang Benar? Filter kolam renang memiliki fungsi untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masuk ke dalam kolam. Selain itu, filter ini juga berguna untuk membuat air kolam menjadi jernih. Penggunaan filter kolam sangatlah mudah sebab, barang ini sudah didesain secara otomatis. Akan tetapi, ada beberapa catatan sebelum mengoperasikan benda ini. Sebelum itu, kenali terlebih dahulu bagian-bagian dalam filter. Daftar Isi Apa Saja Bagian-Bagian Filter Kolam Renang Image: pixabay.com 1. Handle Control Handle control berfungsi untuk membersihkan filter dan juga membuang air kolam. Untuk membersihkan dan menguras air kolam, Anda bisa menggunakan pompa dengan mengatur katup pada mode waste atau mode pembuangan. 2. Glass Control Pada bagian multipotnya terdapat salah satu bagian yaitu glass control. Bagian ini berfungsi sebagai penentu lamanya proses pembersihan filter kolam renang. Pada saat filter berada di mode backwash, air yang kotor pada dalam tabung akan melalui bagian glass control. Hal ini sebagai penanda, sehingga Anda bisa memperkirakan kapan kiranya mode backwash ini telah selesai. 3. Lateral Bagian selanjutnya adalah lateral atau juga slot yang memiliki bentuk tabung dengan bagian lubang yang bergaris kecil di sekeliling bagiannya. Bagian ini memiliki fungsi untuk menahan pasir penyaringan agar tidak keluar dan masuk ke dalam kolam. Selain itu, bagian ini juga berfungsi untuk saluran air bersih kembali ke kolam setelah sebelumnya dilakukan filtrasi. Ada indikasi apabila bagian ini rusak, yaitu apabila inlet fitting mengeluarkan pasir. 4. Pressure Gauge Terdapat bagian lain dari filter kolam renang pada multi pot yakni berada di bagian samping. Bagian ini berfungsi sebagai penunjuk besarnya tekanan aliran air di dalam filter. Dalam keadaan yang stabil, batas tekanan aliran air dalam filter tidak boleh melebihi 30psi. Dari sini Anda perlu mencatat angka tekanan air pada saat terakhir membilas filter. Sebab, hal ini akan membantu Anda untuk dapat mengetahui kapan perlu dilakukan pencucian filter selanjutnya. Apabila angka terakhir menunjukkan berada lebih besar daripada sebelumnya, maka diperlukan pencucian kembali. Apabila angka menurun, maka ini bisa saja menjadi indikasi bahwa terdapat kotoran di dalam saringan mesin. Maka Anda perlu membersihkannya. 5. Underdrain Underdrain filter kolam renang merupakan bagian terakhir yang berfungsi sebagai alat pembuangan. Alat ini bekerja dengan membuat air yang berada di dalam filter pada saat akan mengganti silica. Baca Juga : Penyebab Lantai Kolam Renang Licin dan Cara Mengatasinya Cara Mengoperasikan Filter Kolam Menggunakan Filter Handle Image: made-in-china.com Cara untuk mengoperasikan filter menggunakan filter handle dapat dilakukan dengan 6 mode yang tercantum. Keenam mode tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda yaitu: 1. Mode Filter Mode ini digunakan dalam keadaan normal yang berfungsi untuk melakukan filter air dalam kolam. Pada saat mode ini, air disaring melalui sand filter yang kemudian dimasukkan kembali ke dalam kolam. Mode ini biasanya digunakan pada sirkulasi dan juga vaccum pada saat kolam berada di keadaan normal. 2. Mode Backwash Mode ini digunakan pada saat setelah digunakan untuk memfilter air. Mode ini juga berfungsi untuk mencuci filter setelah vaccum selesai. Melalui mode ini, filter dicuci dengan bersih untuk menghilangkan hasil penyaringan air. 3. Mode Rinse Mode ini digunakan untuk membilas filter yang telah digunakan. Setelah mode backwash telah selesai, selanjutnya handle diputar ke mode rinse untuk membilas proses pencucian. Apabila filter bersih, maka air yang disaring dalam kolam akan bersih pula. 4. Mode Close Mode close filter kolam renang berfungsi untuk menutup seluruh jalur saluran pipa. Mode ini digunakan apabila dilakukan perbaikan pipa pada ruang mesin. Mode ini bertujuan agar air yang berada di dalam filter tidak keluar. Mode close diperlukan untuk mencegah air tumpah pada pipa sehingga menghambat perbaikan. 5. Mode Recirculate Mode ini digunakan pada saat posisi air sedang dalam penambahan obat pada masa treatment awal. Biasanya air hanya akan berputar di dalam pipa tanpa terjadi filtrasi. Biasanya mode ini dilakukan pada saat kolam baru diisi air dan akan dilakukan tahap penjernihan. 6. Mode Waste Mode waste digunakan pada saat proses pembuangan atau juga pada saat banyak kotoran yang mengendap di dalam kolam. Mode waste juga digunakan pada saat kolam renang akan dikosongkan dengan melakukan pembuangan air. Mode ini biasanya dilakukan pada treatment pertama dengan membuang endapan kotoran. Baca Juga : Cara Menurunkan Kadar Klorin Kolam Renang Langkah-langkah Mencuci Filter Kolam Dengan Benar Image: housedigest.com Selain menjaga perawatan terhadap filter kolam renang, pencucian filter juga diperlukan. Terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat mencuci filter. Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Mematikan Pompa Kolam Hal pertama yang harus diperhatikan pada saat akan mencuci filter adalah memastikan mesin filter dalam keadaan off. Memindahkan handle filter pada saat mesin dalam keadaan hidup dapat menyebabkan seal handle rusak. Pasir justru akan masuk dan mengakibatkan handle control menjadi keras saat diputar. Mematikan mesin filter sebelum dipindahkan mode terlebih dahulu akan menjaga kualitas bagian lateral. Anda juga perlu memperhatikan bagian pipa pembuangan. Apabila saluran masih terpasang ball valve maka bukalah terlebih dahulu. 2. Membersihkan Saringan Pompa Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah kebersihan saringan pompa. Sebelum itu, tutup dahulu seluruh valve kolam renang pada saat sebelum membuka saringan. Bersihkan kotoran yang  berada di dalam saringan tersebut menggunakan kran air yang mengalir. Cek juga bagian kipas pompa apakah terdapat kotoran yang menghambat perputaran kipas ataukah tidak. Kemudian, tutup kembali dan juga pastikan seal stainer berada pada posisi yang tepat. Sebab, apabila seal tidak berada di posisi yang tepat akan memicu adanya kebocoran mesin. Setelah itu, buka kembali valve yang tertutup. 3. Ganti Handle Control Ke Mode Backwash Langkah selanjutnya setelah melakukan pembersihan adalah memutar handle control ke dalam mode backwash. Setelah itu, nyalakan kembali mesin dan perhatian glass control. Glass control berada pada bagian multiport. Tunggu sampai keadaan glass control hingga air menjadi jernih. Setelah dirasa air sudah bersih dan jernih kemudian matikan kembali mesin. Untuk tipe kolam renang yang over flow, apabila tidak ingin ada berkurangnya air bersih, pencucian bisa dilakukan dengan saluran balancing tank. 4. Ganti Ke Mode Rinse Langkah keempat setelah melakukan backwash adalah mengganti handle ke dalam mode rinse. Akan tetapi, sebelum itu pastikan kembali bahwa mesin filter dalam keadaan mati atau off. Putar handle menjadi mode rinse dan perhatian glass control. Apabila air yang ditampilkan sudah jernih
read more
06 Mar 2024  /  by Web Admin   /   0 Comments

Penyebab Lantai Kolam Renang Licin dan Cara Mengatasinya

Penyebab Lantai Kolam Renang Licin dan Cara Mengatasinya Sering kali kita menemukan lantai kolam renang terasa licin dan berlumut, hal ini wajar terjadi sebab kolam renang merupakan tempat menampung air. Akan tetapi beberapa orang justru terlalu abai untuk memperhatikan kondisi lantai kolam dan mengakibatkan lantai tersebut lebih cepat terasa licin. Ada beberapa penyebab yang dapat menimbulkan lantai menjadi licin dan berlumut, contohnya seperti berikut. Daftar Isi Penyebab Mengapa Lantai Kolam Renang Menjadi Licin Image: topntp26 – freepik.com 1. Kebersihan Kolam Tidak Terjaga Penyebab yang paling umum terjadi adalah karena kebersihan kolam yang tidak terjaga sehingga akan membuat ar ph dalam air tidak seimbang. Sampah-sampah dan juga kotoran yang ada di dalam kolam tersebut membuat ph yang tidak seimbang dan mengakibatkan lantai kolam ditumbuhi lumut. Lumut-lumut yang tumbuh oleh akibat kolam yang tidak bersih menyebabkan lantai kolam menjadi licin. Oleh karenanya, apabila Anda tidak ingin lantai kolam menjadi licin sebaiknya jaga selalu kebersihan kolam renang dari kotoran maupun sampah. 2. Adanya Perubahan Cuaca Kondisi cuaca juga dapat memengaruhi terjadinya lantai kolam menjadi licin terutama pada saat cuaca sering hujan. Air yang terus bertambah di dalam kolam menyebabkan kadar ph menjadi tidak stabil sehingga menyebabkan lumut akan mulai tumbuh. Selain itu, air hujan yang bercampur di dalam kolam akan menghilangkan bahan kimia hilang. Bahan kimia ini yang berfungsi untuk menjaga kestabilan ph air. Apabila ph sudah tidak seimbang, maka akan membuat lantai menjadi licin. 3. Kadar pH yang Tinggi Lantai kolam renang terjaga apabila jumlah ph dalam air seimbang, artinya tidak kekurangan dan tidak kelebihan. Ph berfungsi untuk menjaga kestabilan kondisi air dan mencegah lumut untuk tumbuh. Apabila kadar ph dalam air terlalu tinggi, akan menyebabkan lumut tumbuh lebih cepat. Hal ini yang akan membuat lantai menjadi licin karena berjamur. Selain itu, lantai juga akan terlihat berwarna hijau oleh sebab hadirnya lumut tersebut. Baca Juga : Cara Menurunkan Kadar Klorin Kolam Renang Cara Merawat Kolam Renang Image: lunopark – freepik.com 1. Bersihkan Kerak Pada Dinding Kolam Secara Rutin Masalah kerak yang membandel pada dinding dan lantai kolam renang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kolam terlihat kotor. Kerak biasanya dapat dari kotoran-kotoran yang menempel dan tidak dibersihkan. Cara mengatasi kerak pada dinding adalah dengan rutin menyikatnya menggunakan cairan pembersih seperti karbol. Anda dapat melakukannya ketika menguras air kolam dan menyikat kerak hingga bersih. 2. Bersihkan Filter Secara Teratur Penggunaan filter memang sangat berguna untuk membantu membersihkan kolam renang. Filter secara otomatis akan membersihkan kolam dan membuat air menjadi jernih. Selain itu, filter juga berfungsi untuk menyerap kotoran-kotoran yang masuk ke dalam air kolam. Akan tetapi, penggunaan filter tentu juga memiliki perawatannya. Penggunaan filter secara terus-menerus akan membuatnya kotor, sehingga perlu dilakukan pembersihan secara teratur. Agar air dalam kolam tetap terlihat jernih, sebaiknya ganti media pasir di dalam filter secara berkala. 3. Jaga Kadar pH Air Kolam Ph dalam air berfungsi untuk menjaga kestabilan kualitas air kolam renang. Melakukan pengecekan secara berkala terhadap kadar ph air juga merupakan salah satu bentuk merawat kolam renang. Pada umumnya, kadar ph air yang stabil berada di kisaran 7.4. Oleh karenanya, untuk menjaga angka ph tetap pada porsinya, selalu lakukan pengecekan dengan menggunakan test kit atau juga pengukur ph. Tips Mengatasi Lantai Kolam yang Licin Image: evgeniasheidt – freepik.com 1. Menggunakan Sistem Filtrasi Dengan Tepat Menjaga lantai kolam renang agar tetap bersih perlu dilakukan dengan menambahkan filter. Filter berguna untuk menjaga kejernihan air kolam  sehingga perlu diperhatikan perawatan dan pemasangannya. Agar lantai tidak licin, pastikan pemasangan filter sesuai dengan prosedur. Sistem filter akan berguna dengan sempurna apabila dilakukan dengan tepat. 2. Menanam Pohon di Sekitar Kolam Renang Menanam pohon di sekitar kolam renang dapat membantu mengurangi potensi lantai menjadi licin. Sebab, pohon berfungsi untuk menghalangi sinar matahari masuk ke dalam kolam secara berlebihan. Alga atau ganggang akan cepat tumbuh karena sinar matahari langsung yang masuk. Alga atau lumutlah yang menyebabkan lantai menjadi licin. Akan tetapi, usahakan untuk memilih pohon yang tidak mudah rontok, sebab daun-daun tersebut justru akan mengotori kolam. 3. Menggunakan Obat Kolam Renang untuk Perawatan Cara paling efektif untuk mencegah lantai kolam renang licin adalah dengan menggunakan obat kolam renang. Obat ini berfungsi untuk menjaga kadar ph di dalam air sehingga mencegah timbulnya lumut. Apabila Anda berencana untuk menggunakan obat berbahan kimia sebagai pembersih kolam renang, sebaiknya lakukan sesuai prosedur dan takaran. Sebab, hal ini untuk menghindari kadar penggunaan dosis yang salah. Baca Juga : Jenis Chemical Kolam Renang untuk Perawatan Kolam Renang Rekomendasi Desain Keramik untuk Lantai Kolam Renang Image: ilovehz – freepik.com Membangun kolam renang tentulah harus memperhatikan penggunaan keramik yang dipilih, hal ini bukan tanpa alasan. Melainkan, lantai pada kolam akan sangat berpengaruh terhadap kelicinan ketika mendapatkan air. Ada beberapa jenis keramik yang bisa dijadikan sebagai pilihan untuk digunakan untuk lantai pada kolam renang: 1. Glass Pool Tiles Rekomendasi yang pertama ada glass pool tile atau keramik dengan serat kaca. Jenis keramik ini terbuat dari serat kaca pasir yang diberi pewarna. Efek yang dihasilkan dapat membuat lantai terlihat jernih dan juga berkilau. Strukturnya yang padat dan tidak berpori membuatnya dapat memantulkan cahaya. Oleh karena bahannya yang berasal dari serat kaca pasir membuat jenis keramik ini menjadi tahan terhadap tekanan air, suhu panas, maupun dingin dengan skala yang tinggi. Jenis keramik ini cukup bandel dari terkena paparan bahan kimia dan juga kotoran-kotoran yang membandel. Akan tetapi, pemasangan keramik tentu haruslah hati-hati, sebab apabila terjadi kesalahan biaya perbaikan yang cukup besar. 2. Keramik Mosaik Rekomendasi yang kedua merupakan salah satu jenis keramik yang sering ditemukan di lantai kolam renang pada umumnya. Keramik mosaik biasanya dibuat dengan paduan gradasi warna dengan motif-motif tertentu. Keramik ini termasuk jenis yang kuat menahan tekanan air dan tidak mudah pecah. Paling sering ditemui, keramik mosaik pada kolam renang memiliki warna biru. Warna ini dipilih untuk memberikan visual air jernih pada kolam. 3. Keramik Batu Alam Jenis keramik terakhir yang bisa digunakan untuk lantai kolam adalah desain batu alam. Desain ini memberikan efek alami pada kolam renang karena penggunaan batu-batuannya. Biasanya keramik ini memiliki warna natural seperti abu-abu ataupun coklat. Berbeda dengan dua jenis keramik sebelumnya. Jenis keramik ini
read more
02 Mar 2024  /  by Web Admin   /   0 Comments

Cara Menurunkan Kadar Klorin Kolam Renang

Cara Menurunkan Kadar Klorin Kolam Renang Cara menurunkan kadar klorin kolam renang merupakan informasi penting yang wajib diketahui terutama bagi yang memiliki kolam renang di rumah. Pasalnya, kadar klorin yang tinggi dapat berdampak buruk untuk kesehatan pengguna kolam. Apalagi jika kolam digunakan sangat sering. Di awal, Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu berapa kadang klorin yang ada pada kolam renang. Dapat memakai kit uji air klorin yang dijual bebas di pasaran. Jika kadarnya memang tinggi, maka berikut ini cara menurunkan kadar klorinnya. Daftar Isi Cara Menurunkan Kadar Klorin Kolam Renang Agar Tidak Membahayakan Kesehatan Image: YuliiaKa – freepik.com 1. Menggunakan Sinar UV Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi kadar klorin di kolam renang adalah dengan menggunakan sinar UV. Sinar UV termasuk jenis radiasi elektromagnetik yang memiliki frekuensi lebih tinggi dari sinar tampak manusia. Dalam kolam renang, sinar UV dapat digunakan untuk memecah klorin yang ada di air menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Selain itu, sinar UV juga dapat membunuh mikroorganisme yang ada di dalam air kolam renang, seperti bakteri, virus, dan jamur. Hal ini dapat membantu menjaga kebersihan dan kualitas air kolam renang. Namun, perlu diingat bahwa sinar UV tidak dapat menghilangkan zat-zat lain yang terlarut di dalam air, seperti kotoran atau minyak. Penerapan teknologi sinar UV untuk mengurangi kadar klorin di kolam renang umumnya melibatkan penggunaan lampu UV khusus. Lampu ini dipasang di dalam sistem sirkulasi air kolam renang, sehingga air yang mengandung klorin akan melewati lampu UV sebelum kembali ke kolam. Lampu UV ini akan menghasilkan sinar UV yang akan memecah klorin dan membunuh mikroorganisme yang ada di dalam air. Keuntungan Menggunakan Sinar UV Selain efektif, cara menurunkan kadar klorin kolam renang yang mudah dengan sinar UV untuk juga memiliki beberapa keuntungan. Pertama, tidak ada penggunaan bahan kimia tambahan yang berpotensi menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada pengguna kolam renang. Kedua, sinar UV tidak meninggalkan residu di dalam air, sehingga lebih ramah lingkungan. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan sinar UV sebagai metode pengurangan kadar klorin di kolam renang tidak dapat berdiri sendiri. Tetap diperlukan pemeliharaan rutin seperti penggantian air, penyaringan mekanik, dan pengendalian pH untuk menjaga kebersihan air kolam renang secara keseluruhan. 2. Menggunakan Bahan Kimia Untuk mengurangi kadar klorin di dalam kolam renang, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan menggunakan bahan kimia. Salah satu cara yang umum digunakan adalah dengan menggunakan bahan kimia seperti sodium bisulfite atau tiosulfat. Cara penggunaannya yaitu dengan mengukur kadar klorin terlebih dahulu dan menyesuaikan dosis bahan kimia yang dibutuhkan. Umumnya, dibutuhkan 15 ml natrium tiosulfat per 3.800 liter air. Perlu diingat, cara menurunkan kadar klorin kolam renang dengan cepat menggunakan bahan kimia harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk. Penggunaan dosis yang salah atau tidak sesuai dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan keamanan pengguna kolam renang. Penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan petunjuk yang ada. Selain itu, menjaga sirkulasi air yang baik dan mengukur kadar klorin secara teratur juga penting dalam menjaga kualitas air kolam. Baca Juga : Kombinasi Desain Kolam Renang dan Taman yang Cantik Menawan Bahaya Kaporit di Kolam Renang Image: freepik – freepik.com 1. Infeksi Kulit Penggunaan kaporit yang berlebihan atau tidak sesuai aturan dapat menyebabkan bahaya bagi kesehatan kulit. Paparan kaporit yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit, seperti kulit kering, gatal-gatal, dan kemerahan. Oleh karena itu Anda perlu mengetahui cara menurunkan kadar klorin kolam renang sederhana. Selain itu, kaporit juga bisa menyebabkan infeksi kulit, seperti dermatitis atau radang kulit. Infeksi kulit yang disebabkan oleh kaporit biasanya ditandai dengan timbulnya ruam merah, lecet, dan terasa panas di area kulit yang terpapar langsung oleh kaporit. Jika mengalami gejala iritasi atau infeksi kulit setelah menggunakan kolam renang yang terlalu banyak kaporit, segera konsultasikan dengan dokter atau petugas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk mencegah infeksi kulit akibat kaporit, bersihkan tubuh dengan air bersih setelah berenang dan gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit. 2. Gangguan Sistem Pernapasan Salah satu bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan kaporit yakni gangguan pernapasan. Kaporit mengandung klorin yang dapat terurai menjadi senyawa klorin bebas saat terpapar sinar matahari atau suhu yang tinggi. Paparan klorin bebas dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan gangguan pernapasan seperti nyeri tenggorokan, batuk, pilek, atau kesulitan bernapas. Bahaya ini dapat terutama dirasakan oleh mereka yang memiliki sensitivitas atau alergi terhadap bahan kimia. Selain itu, kaporit juga dapat bereaksi dengan senyawa organik dalam air kolam yang menghasilkan senyawa kimia berbahaya seperti trihalometana. Senyawa ini dapat terhirup bersama uap air kolam dan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, sinus, dan mata. Paparan jangka panjang terhadap trihalometana juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit pernafasan kronis. Oleh sebab itu, pentingnya mengetahui cara menurunkan kadar klorin kolam renang murah dan menjaga kualitas air kolam dengan baik. 3. Masalah Pencernaan Kaporit mengandung klorin yang dapat mengiritasi saluran pencernaan manusia jika terpapar dalam jumlah yang berlebihan. Gejala yang dapat timbul akibat keracunan kaporit meliputi mual, muntah, diare, dan sakit perut. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti dosis penggunaan kaporit yang tepat dan tidak melampaui batas yang direkomendasikan. Selain itu, pastikan juga untuk melakukan pengecekan kualitas air kolam renang secara rutin agar tingkat kaporit tetap terjaga dengan baik. Dengan pemakaian yang benar dan pengawasan yang cermat, bahaya kaporit di kolam renang dapat diminimalkan. Selain itu, penggunaan kolam renang menjadi lebih aman dan menyenangkan. 4. Iritasi Mata Salah satu efek samping yang sering terjadi adalah iritasi pada mata. Kontak langsung dengan air yang mengandung kaporit dapat menyebabkan mata menjadi merah, gatal, dan perih. Hal ini terutama terjadi ketika konsentrasi kaporit dalam air terlalu tinggi atau pH air kolam tidak seimbang. Oleh karena itu, sangat penting untuk menggunakan cara menurunkan kadar klorin kolam renang yang benar agar tetap aman bagi penggunanya. 5. Menyebabkan Masalah Gigi Kaporit mengandung klor yang dapat menyebabkan kerusakan pada enamel gigi. Enamel adalah lapisan luar gigi yang bertugas melindungi gigi dari kerusakan. Ketika kaporit terlalu sering digunakan atau konsentrasi yang terlalu tinggi, maka klor dapat melarutkan lapisan enamel gigi secara perlahan. Kerusakan enamel gigi dapat membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan seperti gigi berlubang dan sensitivitas gigi. Selain itu, paparan kaporit dalam
read more
10 Jan 2024  /  by Web Admin   /   0 Comments

Jenis Chemical Kolam Renang untuk Perawatan Kolam Renang

Jenis Chemical Kolam Renang untuk Perawatan Kolam Renang Chemical kolam renang atau obat kimia untuk kolam renang merupakan hal yang paling penting untuk perawatan kolam renang. Obat kimia ini berfungsi sebagai komponen pembersih kolam renang untuk menjaga airnya agar tetap jernih. Berikut beberapa jenis chemical ampuh yang bisa digunakan untuk perawatan kolam renang. Daftar Isi 7 Jenis Chemical Kolam Renang yang Ampuh untuk Menjernihkan Air 1. Soda Ash Image from google Obat kimia untuk kolam renang yang satu ini berfungsi sebagai obat pembersih untuk menaikkan pH air. Kualitas air kolam renang dipengaruhi oleh kadar pH, jika di bawah batas normal maka akan menyebabkan kualitasnya menurun di saat terkena air tambahan. Untuk penggunaan obat pembersih ini, sangat disarankan ketika sirkulasi air jalan. Hal ini dikarenakan jalannya sirkulasi air dapat membantu meratakan soda dalam waktu yang lebih cepat.  2. PAC Image from google Poly Aluminum Chloride (PAC) merupakan salah satu bahan kimia untuk membersihkan kolam renang. Cara kerjanya yaitu mengikat kotoran air kolam renang hingga mengendap ke dasar kolam renang tersebut. Penggunaan jenis chemical yang satu ini akan sangat membantu dalam proses perawatan kolam renang. Hal ini dikarenakan seluruh kotoran yang sudah mengendap di dasar kolam dapat diangkat sekaligus menggunakan vakum. 3. Chlorine Image from google Chlorine atau kaporit bubuk  60% merupakan salah satu jenis chemical kolam renang yang efektif untuk menjernihkan air. Kegunaan kaporit bubuk sebagai obat chemical yaitu untuk membunuh segala kuman, virus, dan bakteri di dalam air kolam. Dengan menggunakan obat kimia yang satu ini, Anda juga bisa menjernihkan air kolam renang serta menaikkan pH air. 4. Chlorine Granular Image from google Chlorine granular 90% merupakan salah satu obat pembersih kolam renang yang berfungsi meningkatkan kadar klorin di dalam air kolam renang. Bentuk klorin yang satu ini menyerupai butiran kecil yang dikenal dengan granular. Kandungan klorin yang tinggi di obat kimia ini dapat membantu meningkatkan kadar klorin dengan lebih cepat. 5. Chlorine TCCA Image from iherphotography on freepik Obat kimia yang satu ini termasuk salah satu chemical kolam renang untuk menjaga air jernih. Obat pembersih yang satu ini berbentuk tablet yang mengandung klorin sebesar 90%.  Fungsi Chlorine TCCA yaitu untuk menjaga pH air dan kadar klorin agar tetap stabil. Dengan ini, maka air kolam renang akan dalam kondisi yang jernih dan juga biru bersih.  6. HCI Image from google Obat pembersih kolam renang yang satu ini sering digunakan sebagai treatment awal dalam perawatan kolam renang. Fungsinya untuk membuat pH air kolam renang tetap stabil agar airnya tidak mudah keruh dan tetap jernih.  7. Copper Sulphate Image from verywellhealth.com Copper Sulphate atau Trussi adalah jenis chemical yang berfungsi mencegah pertumbuhan alga atau lumut di kolam renang. Selain itu, pemberian bahan kimia ini juga untuk menjernihkan air dan memberikan warna biru pada air kolam renang.  Baca Juga : Menjaga Kualitas Air Kolam Renang Agar Bersih dan Aman Digunakan Faktor-faktor yang Menentukan Takaran Chemical Image from evgeniasheidt on freepik 1. Kolam Renang Berwarna Hijau Untuk kolam renang yang sudah berwarna kehijauan membutuhkan takaran chemical yang lebih banyak. Air kolam berwarna hijau menunjukkan bahwa kolam renang sudah dipenuhi dengan kotoran.  Adapun untuk pemberian takaran obat pembersihnya dapat disesuaikan dengan seberapa luas kolam renang dan seberapa parah kotorannya. 2. Kolam Renang yang Memiliki Kabut Kabut dalam kolam renang disebabkan oleh pertumbuhan alga, sehingga membutuhkan banyak chemical. Pemberian obat pembersih untuk perawatan kolam renang yang berkabut akan lebih banyak dibandingkan air kolam renang dengan air yang jernih. 3. Penambahan Air Sumur Faktor selanjutnya yang mempengaruhi takaran chemical yang tepat yaitu adanya penambahan air. Penambahan air sumur atau air baru lainnya dapat mempengaruhi ketentuan takaran chemical yang dibutuhkan oleh kolam renang tersebut. Percampuran atau penambahan air baru ini menyebabkan kadar klorin di dalam air menjadi menurun. Maka dari itu, dibutuhkan takaran granular yang lebih banyak untuk mengatasinya. 4. Kolam Renang Baru Untuk kolam renang yang baru jadi membutuhkan lebih banyak chemical karena proses treatment awal air kolam renang. Ketentuan takaran chemical yang dianjurkan memiliki perbedaan signifikan dengan takaran untuk perawatan secara rutin. 5. Ukuran Kolam Renang Penentuan takar chemical juga ditentukan oleh ukuran kolam renang tersebut. Kolam renang yang berukuran besar akan membutuhkan lebih banyak chemical, begitu juga dengan sebaliknya. Tips Perawatan Kolam Renang Agar Tetap Bersih Image from bignai on freepik 1.Gunakan Chemical untuk Perawatan Rutin Penggunaan chemical yang bagus secara rutin merupakan langkah awal untuk menjaga kebersihan kolam renang. Chemical atau obat kolam renang dibagi menjadi beberapa jenis yang dapat Anda pilih sesuai kondisi air kolam. Selain menjaga kebersihan kolam renang, penggunaan chemical juga bertujuan untuk menjaga kualitas air dan kandungan klorin serta pH air tersebut. Pembersihan air kolam renang dapat Anda lakukan 2 minggu sekali secara rutin. 2. Minimalisir Pertumbuhan Alga atau Lumut Cara meminimalisir atau menghambat pertumbuhan alga atau lumut yaitu dengan menghalangi air kolam renang terkena sinar matahari secara langsung. Caranya yaitu menanam banyak pohon di sekitar area kolam untuk menghalangi sinar matahari tersebut. Selain itu, penanaman pohon juga dapat menekan pertumbuhan alga atau lumut karena oksigen yang dihasilkan saat siang hari. 3. Gunakan Penyaring untuk Menyaring Kotoran Sand Filter merupakan salah satu penyaring yang bisa digunakan untuk menyaring kotoran di air kolam renang. Dengan menggunakan filter ini, Anda bisa membuat kualitas air semakin meningkat.  Baca Juga : Proses Kerja Vacuum Kolam Renang Saat Pembersihan 4. Bersihkan Filter Secara Rutin Untuk menjaga kinerja filter tetap maksimal, maka lakukanlah pembersihan filter dengan rutin. Filter yang sering dibersihkan akan lebih tahan lama dan dapat menyaring kotoran dengan lebih baik. Anda bisa membersihkannya setiap satu minggu sekali. 5. Gunakan Alat Penyaring Manual Anda bisa membersihkan kolam renang secara manual dengan bantuan alat penyaring seperti vacum head, pool brush, d leaf skimmer, dsb. Alat penyaring manual dapat membantu Anda membersihkan daun-daun kering di kolam renang. 6. Bersihkan Kerak di Dinding Selain membersihkan air kolam renang dengan chemical kolam renang terbaik, pastikan juga membersihkan kerak-kerak yang ada di dinding kolam. Anda bisa menyikat bagian dinding yang berkerak  saat mengganti air kolam. 7. Nyalakan Pompa Kolam Renang Dengan Rutin Pompa kolam perlu dinyalakan minimal 6 jam setiap harinya secara rutin. Ini dilakukan agar sirkulasi air kolam
read more
06 Jan 2024  /  by Web Admin   /   0 Comments

Menjaga Kualitas Air Kolam Renang Agar Bersih dan Aman Digunakan

Menjaga Kualitas Air Kolam Renang Agar Bersih dan Aman Digunakan Menjaga kualitas air kolam renang adalah salah satu kunci untuk memastikan kolam aman untuk berenang. Dengannya Anda bisa memastikan air dapat bebas dari pencemaran sehingga para pengguna kolam renang dapat terhindari dari efek buruk seperti terkena penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak dengan air kolam yang tercemar. Untuk memudahkan Anda dalam menjaga kualitas air kolam renang dengan baik, berikut kami berikan penjelasan selengkapnya. Daftar Isi Sumber Kontaminan Air Kolam Renang Image by EyeEm on freepik Sebelum menuju pada cara menjaga kualitas air kolam renang, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu sumber-sumber kontaminan yang dapat mencemari air kolam renang Anda. Beberapa sumber kontaminan air kolam renang yang dapat membuat kualitas air kolam Anda turun antara lain yaitu: Pencemaran mikrobiologis. Ini dapat berasal dari kontaminasi kotoran dari perenang, kontaminasi kotoran yang terdapat pada sumber air yang digunakan sebagai air kolam renang, atau hasil dari kontaminasi hewan yang ada di kolam renang misalnya dari tikus dan burung Pencemaran kimia. Dapat berasal dari bahan kimia yang melekat pada tubuh perenang seperti urin, keringat, sisa sabun dan kosmetik. Kotoran dari sekitar kolam renang, seperti dedaunan, rumput, dan debu Adanya kontaminasi kotoran tersebut akan menyebabkan kandungan mikrobiologis di dalam air kolam renang meningkat dan dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan pengguna kolam renang. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan melalui air kolam renang yang tercemar seperti: Penyakit kulit Penyakit mata Hepatitis Penyakit pencernaan, seperti diare dan demam tifoid 5 Faktor Penting Untuk Menjaga Kualitas Air Kolam Renang Dan berikut beberapa faktor penting yang harus Anda perhatikan untuk menjaga kualitas air kolam renang: Filtrasi Kolam Renang Image by pixabay Untuk menghilangkan berbagai kotoran, debu dan mikroorganisme yang ada pada air kolam renang, air kolam renang harus dipompa dan melalui proses filter atau penyaringan. Berapa lama Anda perlu menyalakan filter akan tergantung pada ukuran kolam renang Anda dan tenaga pompa kolam Anda. Namun, kebanyakan sistem filtrasi kolam tidak akan mampu menyaring semua air di kolam. Oleh karena itu dibutuhkan metode lain yang perlu digunakan secara bersamaan. Klorinasi adalah pengobatan umum dan efektif yang sering digunakan bersamaan dengan filtrasi untuk menonaktifkan mikroba yang mungkin ada di air kolam. Klorinasi Kolam Renang Image by evgeniasheidt on freepik Klorinasi adalah proses penambahan klorin pada air yang telah menjalani proses filtrasi dan proses purifikasi air. Klorin sendiri adalah bahan kimia yang mendesinfeksi air dan membantu menghilangkan kotoran. Jenis klorin yang paling sering digunakan dalam proses klorinasi air kolam renang ini yaitu kaporit. Klorinasi untuk kolam renang harus diperhatikan dengan baik dan harus sesuai dengan batas aman yang ada. Penggunaan klorin atau kaporit dalam konsentrasi yang kurang dapat  menyebabkan desinfeksi tidak berjalan dengan baik. Sedangkan penggunaan yang terlalu berlebihan akan meninggalkan sisa klor yang dapat menimbulkan efek kesehatan yang muncul atau dirasakan oleh seseorang setelah terpapar klorin, seperti batuk, iritasi pada mata, iritas pada kulit, iritasi saluran napas, dsb. Perlu diingat bahwa kebutuhan klorin Anda akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pompa dan sistem filter, suhu air, ketinggian air, jumlah kotoran, dan jumlah perenang di kolam Anda. Tingkat pH Air Kolam Renang Image by evgeniasheidt on freepik Tingkat pH menunjukkan seberapa asam atau basa air pada waktu tertentu. Tingkat pH 7 dimiliki oleh air murni, yang berarti air bersifat netral. Sedangkan pH di atas 7 berarti air tersebut bersifat basa, sedangkan pH di bawah 7 menunjukkan keasaman. Air kolam renang harus memiliki pH antara 7,2 sampai 7,8. Jika pH lebih rendah dari 7, air dapat menyengat mata perenang. Sementara pH air yang lebih tinggi dari 8 membuat siapapun yang berenang di kolam berisiko mengalami ruam kulit. Beberapa dari banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pH air kolam Anda termasuk hujan lebat, jumlah perenang di kolam, dan bahan kimia. Oleh karena itu, demi menjaga kualitas air pastikan untuk memeriksa tingkat pH secara teratur dan terus menerus. Baca Juga : Cara Merawat Kolam Renang yang Perlu Dilakukan Secara Rutin Alkalinitas Total Air Kolam Renang Image by galitskaya on freepik Selain tingkat pH, alkalinitas juga menjadi parameter dasar yang harus Anda kontrol ketika melakukan perawatan kolam renang untuk menjaga kualitas air kolam. Alkalinitas total dan pH saling berhubungan. Misalnya, meningkatkan alkalinitas total akan dapat meningkatkan pH. Alkalinitas sendiri adalah ukuran sifat penyangga air. Pada dasarnya, alkalinitas mampu menetralisir keasaman di dalam air dan memiliki peran dalam menentukan kemampuan air untuk mendukung pertumbuhan alga dan kehidupan air lainnya. Dalam upaya menjaga kualitas air kolam renang, Anda harus memeriksa alkalinitas total yang merupakan jumlah semua bahan kimia alkali dalam air Anda. Jika alkalinitas total terlalu rendah, keseimbangan pH menjadi tidak stabil. Hal ini pun dapat berdampak buruk seperti membuat permukaan kolam yang terbuat dari beton dan dicat akan menjadi lebih mudah rusak seiring berjalannya waktu. Kesadahan Kalsium Pada Air Kolam Renang Image by mashasay on freepik Kalsium adalah bahan kimia yang sangat konsisten di kolam yang tidak berfluktuasi seperti pH atau alkalinitas. Memastikan kesadahan kalsium dengan tepat juga menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas air. Kesadahan kalsium mengacu pada jumlah mineral kalsium yang terlarut dalam air kolam Anda. Air kolam yang kekurangan kalsium menjadi terlalu lunak dan terasa berlendir, serta agresif dan akan mencari kalsium dari mana pun ia menemukannya. Jika sumbernya tidak tersedia, air akan menimbulkan korosi pada permukaan dan peralatan untuk mendapatkan kalsium. Dengan kata lain, bahan kimia satu ini dapat erosi beton di kolam renang. Kebalikannya, jika terlalu tinggi kadar kalsiumnya, maka air menjadi terlalu sadah dan menjadi keruh. Hal ini dapat menyebabkan endapan bersisik menumpuk pada pipa dan filter. Adapun untuk menjaga kualitas air kolam, Anda perlu mempertahankan tingkat kesadahan kalsium pada 150-250 ppm di kolam beton atau plester. Untuk menaikkan kadar kalsium, Anda dapat menambahkan kalsium klorida. Tetapi, tidak ada bahan kimia sederhana yang dapat menurunkan kadar kalsium di air kolam renang. Jadi, Anda hanya bisa mengganti sebagian air kolam renang dengan air berkadar kalsium yang sedikit untuk dapat menurunkan kadar kalsium kolam Anda. Itulah 5 faktor penting yang perlu Anda perhatikan untuk menjaga kualitas air kolam renang Anda. Jika Anda sedang menghadapi masalah tentang kolam renang, hubungi Bintoro Pool untuk mendapatkan bantuan
read more
03 Jan 2024  /  by Web Admin   /   0 Comments

Cara Merawat Kolam Renang yang Perlu Dilakukan Secara Rutin

Cara Merawat Kolam Renang yang Perlu Dilakukan Secara Rutin Merawat kolam renang adalah bagian penting saat Anda memilikinya. Cara merawat kolam renang pun tidak sesulit yang diyakini banyak orang, tetapi juga bisa menjadi pekerjaan yang rumit bagi yang tidak memiliki pengetahuan apapun tentang kolam renang. Nah, baik Anda pemilik kolam renang baru atau sedang mempertimbangkan untuk memasangnya, berikut adalah dasar-dasar cara merawat kolam renang yang harus Anda ketahui. Daftar Isi Perlengkapan Perawatan Kolam Image by: Iherphotography on Freepik Terdapat berbagai alat dan perlengkapan penting yang perlu Anda miliki saat merawat kolam renang Anda. Beberapa alat tersebut diantaranya yaitu: Jaring kolam atau leaf skimmer Pool brush atau sikat kolam Telescopic handle atau tongkat pegangan sikat kolam Test kit (kit pengujian) atau strip pengujian Bahan kimia, seperti klorin, soda kue, asam muriatik, dan asam sianurat Mesin vakum atau penyedot debu kolam Cara Merawat Kolam Renang yang Perlu Diketahui Dan berikut langkah-langkah perawatan kolam renang yang perlu Anda ketahui dan lakukan secara rutin. Gunakan Leaf Skimmer untuk Mengangkat Kotoran Image by: Boswell on Freepik Salah satu peralatan kebersihan kolam renang yang harus Anda miliki adalah leaf skimmer yang berfungsi untuk mengangkat atau menyaring kotoran seperti sampah daun, plastik, serangga, dsb dari kolam renang. Sebaiknya lakukan pengangkatan kotoran menggunakan leaf skimmer ini sesering mungkin, terutama saat kotoran masih terlihat mengambang di permukaan air. Apabila kotoran sudah terlanjur di dasar air, maka tentu akan membutuhkan energi dan waktu ekstra untuk membersihkannya. Pengangkatan kotoran menggunakan leaf skimmer ini juga akan mempermudah proses penyedotan debu pada kolam renang. Sikat Interior Kolam Image by: Freepik Gunakan sikat kolam untuk menggosok dinding, lantai, dan tangga kolam renang secara teratur. Cara ini dapat membersihkan ganggang dan mengangkat kotoran yang menempel sehingga dapat menjaga kebersihan interior kolam renang Anda. Sebaiknya nyalakan pompa saat Anda menyikat agar kotoran dapat masuk ke dalam filter dan dikeluarkan dari air. Sedot Debu di Kolam Image by: Galitskaya on Freepik Setelah Anda mengangkat kotoran menggunakan leaf skimmer dan menyikat permukaan interior, biasanya masih akan ada kotoran (berukuran kecil/ debu) yang tertinggal di kolam renang. Oleh karena itu, pastikan untuk menyedot debu kolam dan membersihkan kotoran secara menyeluruh menggunakan mesin vakum kolam renang. Arahkan penyedot debu secara perlahan ke sepanjang permukaan lantai, dinding, atau tangga kolam renang dan pastikan penyedot debu tetap bersentuhan dengan permukaan. Selain itu, penting juga untuk memberikan perhatian khusus pada area yang minim sirkulasi karena di area tersebut merupakan tempat favorit untuk pertumbuhan ganggang. Baca Juga : Biaya Perawatan Kolam Renang, Apa Saja yang Mempengaruhinya? Mencuci Filter Image by: Welcomia on Freepik Filter kolam renang memiliki 3 jenis yaitu, cartridge, pasir dan DE (diatomaceous earth). Meskipun terdapat prosedur perawatan yang berbeda untuk setiap jenis, semuanya memerlukan pembersihan berkala tergantung pada jenis filter dan seberapa sering kolam digunakan. Uji Air Kolam Image by: Evgeniasheidt on Freepik Cara merawat kolam renang selanjutnya adalah pengujian kadar kimia dalam air kolam. Pengujian air kolam renang bertujuan untuk memeriksa kadar bahan kimia yang ada di dalam air kolam renang. Hal ini perlu dilakukan setidaknya seminggu sekali agar kolam renang Anda tetap sehat untuk berenang. Di pasaran terdapat berbagai alat tes kolam yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pH dan klorin. Biasanya petunjuk penggunaan sudah termasuk ke dalam paket pembelian. Cara menguji kadar kimia kolam secara singkat yaitu Anda perlu mencelupkan strip tes ke dalam air dan bandingkan hasilnya dengan grafik. Pembacaan pH memberitahu Anda seberapa kadar asam dalam air kolam Anda. Kadar pH ideal harus berada pada kisaran 7,2 dan 7,6 untuk mencegah air keruh dan bahkan iritasi mata. Selain memeriksa pH, Anda juga perlu menguji kadar klorin. Klorin atau yang dikenal dengan istilah kaporit tidak hanya berfungsi sebagai zat penjernih air kolam renang, tetapi juga membunuh bakteri dan membersihkan kotoran dalam air. Kadar klorin harus pada di antara 1 dan 4 ppm. Jika level klorin sedikit lebih tinggi, Anda tidak perlu khawatir karena klorin dapat terbakar oleh matahari. Penting diingat pula, bahwa sebelum melakukan pengujian pH dan klorin, sebaiknya cuci filter Anda terlebih dahulu. Tambahkan Klorin Ke Kolam Image by: Evgeniasheidt on Freepik Jika kadar klorin Anda di bawah level ideal, maka Anda perlu menambahkan klorin. Ada beberapa cara untuk melakukannya. Ada klorin cair, klorin bubuk, dan klorin tablet. Untuk cara penggunaannya, Anda bisa mengikuti petunjuk yang biasanya tercantum pada kemasan. Itulah beberapa cara merawat kolam renang yang cukup mudah untuk Anda lakukan sendiri. Dengan rutin melakukan berbagai treatment di atas, maka kolam renang Anda pun bisa tetap dalam kondisi prima untuk digunakan berenang dan lebih tahan lama. Bagaimana Jika Terlalu Sibuk dan Tidak Memiliki Waktu untuk Merawat Kolam Renang? Tidak sedikit pemilik hunian dengan kolam renang yang terlalu sibuk, tidak memiliki waktu, atau tidak memiliki pekerja khusus untuk merawat kolam renangnya sendiri. Jika memang demikian, maka Anda bisa memanggil teknisi jasa perawatan kolam renang sebagai solusi praktis agar kolam renang Anda tetap jernih dan bersih setiap saat. Kami – Bintoro Pool menyediakan layanan perawatan kolam renang yang unggul dan menawarkan harga yang bersaing. Kami memiliki tim yang ahli yang berpengalaman dalam industri kolam renang, serta didukung oleh peralatan modern nan canggih yang mampu meningkatkan efektivitas kinerja perawatan kolam. Jika Anda tertarik, Anda bisa menghubungi kontak kami di nomor 0822 1000 6070 / call center 150130 untuk mendapatkan layanan konsultasi gratis dan info lebih lanjut mengenai jasa perawatan kolam renang terbaik!
read more
28 Dec 2023  /  by Web Admin   /   0 Comments

Biaya Perawatan Kolam Renang, Apa Saja yang Mempengaruhinya?

Biaya Perawatan Kolam Renang, Apa Saja yang Mempengaruhinya? Biaya perawatan kolam renang merupakan salah satu hal yang sering dipertimbangkan sebelum seseorang memiliki sebuah kolam renang. Hal ini dikarenakan kolam renang memang membutuhkan perawatan rutin untuk menjaganya tetap bersih, nyaman, aman dan dapat digunakan dalam waktu yang lama. Biaya yang diperlukan untuk merawat kolam renang tentu akan berbeda-beda sebab dipengaruhi oleh banyak faktor. Baca selengkapnya penjelasan di bawah ini untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi biaya perawatan kolam renang. Daftar Isi Faktor yang Mempengaruhi Biaya Perawatan Kolam Renang Banyak faktor yang mempengaruhi biaya pemeliharaan kolam. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu para pemilik kolam renang untuk mengantisipasi dan mengelola biaya pemeliharaan kolam secara efektif. Jenis Kolam Renang Image by: Lifeforstock on Freepik Faktor pertama yang mempengaruhi biaya perawatan kolam renang adalah jenis kolam renang. Berbagai jenis kolam, seperti kolam di dalam tanah (in ground) dan di atas tanah (above ground) memiliki biaya pemeliharaan yang berbeda. Kolam renang in ground merupakan pilihan kolam yang lebih populer tetapi perawatannya bisa lebih mahal daripada kolam renang above ground. Perawatan kolam renang in ground juga seringkali lebih rumit karena ukurannya yang lebih besar dan sifatnya yang permanen. Hal ini menjadikan kolam renang in ground umumnya memerlukan investasi yang lebih besar dalam bahan kimia pembersih dan pemeliharaan peralatan. Sedangkan kolam renang above ground biasanya memiliki biaya pemeliharaan yang lebih rendah karena konstruksinya yang lebih mudah. Ukuran kolam Image by: Freepik Kolam yang lebih besar biasanya memerlukan biaya perawatan yang lebih tinggi dibandingkan kolam yang lebih kecil. Dengan lebih banyak air yang harus digunakan dan diolah, maka kolam renang yang lebih besar membutuhkan lebih banyak bahan kimia sehingga biaya untuk pengadaan bahan kimia juga menjadi tinggi. Kolam yang lebih besar juga memerlukan filter yang lebih kuat, sehingga menyebabkan biaya tagihan listrik menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, jika Anda memiliki kolam renang dengan ukuran yang besar, penting untuk diingat bahwa Anda perlu berinvestasi lebih banyak pada bahan kimia dan peralatan dibandingkan ketika Anda memiliki kolam renang dengan ukuran yang lebih kecil. Bahan Kolam Renang Image by: Topntp26 on Freepik Material kolam renang terbilang cukup beragam, mulai dari beton, fiberglass, atau vinil. Masing-masing material ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang menentukan kebutuhan pemeliharaan yang berbeda pula yang pasti berdampak pada biaya perawatan kolam renang. Secara umum, kolam renang beton adalah yang paling mahal perawatannya karena rentan terhadap pertumbuhan alga dan harus sering dibersihkan. Sedangkan kolam vinil lebih mudah dibersihkan tetapi terkadang cepat robek/ rusak yang berarti lapisannya perlu ditambal atau diganti. Sementara kolam renang fiberglasss yang merupakan bahan termurah dan paling sederhana perawatannya namun biaya perbaikan dan penggantian lapisan fiberglass yang rusak cukup mahal. Jenis Bahan Kimia Image by: Nazarov.dnepr on Depositphotos Faktor penting lain yang mempengaruhi biaya perawatan kolam renang adalah jenis bahan kimia yang digunakan untuk menjaga kebersihan kolam. Para pemilik kolam renang yang tidak ingin menggunakan bahan kimia seperti klorin, biasanya memilih sistem kolam air asin menggunakan garam (tradisional). Klorin biasanya merupakan bahan yang relatif hemat biaya dan paling mudah digunakan. Hanya saja terkadang banyak gejala kesehatan yang umumnya terkait dengan kolam yang dirawat secara kimia, seperti iritasi mata sehingga menghalangi seseorang untuk tidak menggunakan klorin. Sedangkan garam adalah yang termurah namun memerlukan peralatan khusus agar dapat berfungsi dengan benar. Selain itu, sistem kolam renang asin (garam/ tradisional) juga lebih sulit untuk dikerjakan. Jenis Filter Image by: Pixabay Jenis filter juga memiliki peran besar dalam menentukan biaya perawatan kolam Anda. Filter pasir adalah yang paling umum karena mudah digunakan dan dapat digunakan di kolam yang memiliki ukuran lebih besar. Filter pasir juga hanya perlu mengganti pasirnya jika tidak dapat lagi menghasilkan air bersih Sedangkan filter DE juga sering digunakan pada kolam renang yang besar tetapi penggunaannya lebih rumit karena filter ini memerlukan sejumlah bubuk diatomaceous earth sebagai media filternya setiap saat untuk bekerja secara efisien. Filter DE perlu diganti saringannya jika tidak dapat lagi menahan bubuk. Jenis filter yang terakhir adalah filter cartridge. Jenis filter ini adalah yang termurah tetapi hanya dapat digunakan pada kolam yang lebih kecil. Kolam yang lebih besar akan membutuhkan cartridge yang sangat besar sehingga akan lebih hemat biaya dan efisien untuk meningkatkan ke filter pasir atau filter DE. Baca Juga : Cara Perawatan Kolam Renang yang Tepat Agar Air Tetap Berkualitas Tips Menghemat Biaya Perawatan Kolam Renang Biaya perawatan kolam renang mungkin terdengar cukup mahal bagi kebanyakan orang karena ada banyak komponen yang perlu dipelihara dengan baik. Akan tetapi, ada langkah-langkah cerdas yang bisa Anda lakukan untuk lebih menghemat biaya pemeliharaan kolam renang. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda mengurangi biaya perawatan kolam renang Anda: Pembersihan Reguler Image by: Pixabay Membersihkan kolam renang salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kualitas air kolam renang dan mencegah timbulnya masalah pada kolam renang. Jangan sampai Anda lupa untuk melakukan pembersihan reguler secara rutin, yang meliputi mengangkat kotoran/ sampah yang mengambang atau yang berada di dasar air menggunakan leaf skimmer, menyedot debu di dasar/ dinding/ tangga kolam, membersihkan filter dan mencuci kembali bila perlu, periksa kebocoran dsb. Dengan merawatnya secara teratur, iini akan membantu menjaga peralatan tetap beroperasi secara efisien dan menghindari perawatan yang mahal di masa depan. Pertahankan Kimia Air yang Tepat Image by: istockphoto Anda perlu menguji dan menyeimbangkan kimia air kolam secara teratur untuk menjaga kolam Anda tetap bersih, jernih, dan aman bagi perenang. Kimia air kolam yang tepat juga akan mencegah bau dan pertumbuhan bakteri, serta memastikan logam tidak menumpuk di dalam pipa. Hal ini juga memastikan Anda tidak membuang-buang uang untuk menyesuaikan kimia air yang tidak perlu. Gunakan Penutup Kolam Renang Image by: istockphoto Tips terakhir untuk menghemat biaya perawatan kolam renang adalah dengan memasang penutup kolam. Cara ini membuat Anda harus mengeluarkan biaya awal pemasangan, tetapi akan sangat menguntungkan kedepannya. Penutup kolam membantu meminimalkan penguapan air, sehingga mengurangi frekuensi pengisian ulang air dan penyesuaian bahan kimia. Selain itu, keberadaannya penutup kolam juga mencegah kotoran jatuh ke dalam kolam sehingga mengurangi upaya pembersihan. Itulah tips-tips untuk menghemat biaya perawatan kolam renang. Pada dasarnya, biaya kolam renang dipengaruhi oleh banyak faktor dan biayanya bisa relatif
read more
13 Dec 2023  /  by Web Admin   /   0 Comments

Cara Perawatan Kolam Renang yang Tepat Agar Air Tetap Berkualitas

Cara Perawatan Kolam Renang yang Tepat Agar Air Tetap Berkualitas Kolam renang merupakan salah satu fitur untuk hunian yang menjadi tempat untuk berolahraga, bersenang-senang, dan bersantai bersama keluarga. Agar kolam renang kesayangan Anda selalu dalam kondisi prima saat digunakan dan memastikan umurnya panjang, maka perawatan kolam renang secara rutin sangatlah penting. Di sini kami telah merangkum panduan untuk merawat kolam renang Anda, mencakup segala hal mulai dari pembersihan, pengujian air, hingga perawatan kimia. Daftar Isi Komponen Dasar Kolam Renang Sebelum mengetahui langkah-langkah perawatan kolam renang, alangkah baiknya Anda terutang yang masih awam untuk mengenal komponen-komponen dasar dari kolam renang terlebih dahulu. Memahami tentang hal tersebut dapat membantu Anda menjaga fungsi masing-masing komponen tetap lancar dan mempermudah penyelesaian masalah saat terjadi kendala. Dan berikut 4 komponen dasar yang ada dalam kolam renang yang perlu perawatan rutin: Air Kolam Air di kolam adalah kunci kebahagiaan. Kondisi air yang bersih, jernih, dan seimbang  menjadikan kolam renang nyaman digunakan, memberikan kesegaran yang menyenangkan sekaligus melindungi Anda dan keluarga Anda dari kontaminan dan polutan. Kondisi air kolam renang yang prima juga akan membantu Anda menghindari perbaikan perangkat keras yang mahal akibat korosi atau penumpukan mineral, dan membantu seluruh kolam Anda bertahan lebih lama. Interior Kolam Bagian yang perlu Anda perhatikan selanjutnya untuk dilakukan perawatan rutin adalah interior kolam renang. Dinding liner kolam selalu bersentuhan dengan air kolam dan benda-benda lain yang masuk ke dalam kolam. Menjaga interior kolam renang dalam kondisi baik, dan bersih dari ganggang, jamur, dan kotoran, akan membantu menjaga kolam Anda tetap bersih dan aman. Sistem Filter Pada sistem sirkulasi air kolam renang, terdapat filter yang memiliki fungsi sebagai media penyaring air kolam yang telah dialirkan oleh pompa kolam. Keberadaan filter ini sangat penting untuk membersihkan kotoran dan kontaminan lain dari air kolam Anda. Tanpa sistem filter yang berfungsi dengan baik, air kolam renang Anda pun bisa segera menjadi keruh, tercemar, dan pada akhirnya tidak dapat digunakan untuk berenang. Oleh karena itu, filter menjadi komponen selanjutnya yang perlu menjadi bagian dari rangkaian perawatan rutin kolam renang Anda. Baca Juga : Biaya Pembuatan Kolam Renang, Ini yang Wajib Anda Tahu Skimmer Skimmer bisa ditemukan pada kolam renang dengan sistem sirkulasi skimmer. Fungsi utama dari komponen ini adalah sebagai media alat sirkulasi untuk menjaga keawetan dan kejernihan air, yang mana air dari dalam kolam disedot dan disaring lalu disalurkan oleh vacuum langsung ke filter untuk alirkan kembali ke dalam kolam renang. Berbagai kotoran dengan ukuran seperti debu, daun, potongan ranting, bahkan minyak mampu disaring oleh skimmer dengan sangat baik. Selanjutnya kotoran yang tersaring akan masukkan ke dalam skimmer box. Skimmer ini dapat bekerja paling baik saat dalam kondisi bersih dan bebas dari penghalang (kotoran/ sampah yang menumpuk). Cara Perawatan Kolam Renang Agar Bersih, Awet, dan Aman Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk merawat kolam renang supaya air kolam menjadi berkualitas: Memvakum Dasar Kolam Renang Yang pertama vakum lah kolam Anda dari kotoran dan puing-puing yang jatuh ke dasar kolam. Anda bisa gunakan alat penyedot debu kolam renang yang mudah dijumpai di pasaran dengan sebutan automatic pool cleaner untuk membersihkan dasar/ lantai kolam. Dengannya Anda bisa dengan mudah dan cepat menghilangkan kotoran dan ganggang dimana cara kerjanya hampir mirip seperti saat Anda membersihkan bagian dalam rumah Anda menggunakan vacuum cleaner. Tugas ini dapat Anda masukkan ke tugas perawatan kolam renang mingguan untuk menjaga kolam Anda tetap bersih dan jernih. Menyikat Permukaan Interior Kolam Selain menyedot debu di dasar kolam renang menggunakan vacuum cleaner khusus kolam, direkomendasikan juga untuk membersihkan kolam secara menyeluruh dengan menyikat permukaan interior kolam yang dapat mencakup bagian dinding kolam, tangga, dan lantai kolam. Tugas ini juga bisa dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu. Mempertahankan Ketinggian Air Banyak pemilik kolam renang yang mungkin mengabaikan pentingnya menjaga ketinggian air di kolam renang mereka. Padahal, membiarkan ketinggian air kolam naik atau turun sebenarnya dapat merusak keseimbangan kimiawi di dalam air. Apabila ketinggian air tidak dipertahankan pada tingkat yang sesuai, hal tersebut dapat menyebabkan filter dan skimmer menjadi lebih sulit untuk menjaga kebersihan kolam renang Anda. Baca Juga : Biaya Perawatan Kolam Renang, Apa Saja yang Mempengaruhinya? Membersihkan Filter Kolam Selanjutnya bersihkan filter kolam Anda karena kinerja filter yang prima sangat penting untuk memastikan air kolam bersih dan aman serta memperpanjang umur kolam Anda. Tujuan dari membersihkan filter kolam renang tak lain untuk mengeluarkan kotoran yang mungkin terperangkap di dalam filter dan mengeluarkannya dengan aman. Untuk frekuensi pembersihan filter sendiri biasanya dilakukan bulanan dan tergantung pada jenis filter yang digunakan dan seberapa sering Anda menggunakan kolam renang. Jika itu filter cartridge (tergantung ukurannya), Anda harus membersihkannya setiap 3 hingga 6 bulan. Sedangkan untuk filter DE atau Diatomaceous filter harus dibongkar seluruhnya dan dibersihkan setiap 3 hingga 4 bulan. Sementara untuk sand filter (filter pasir), pasir biasanya harus diganti setiap 3 sampai 5 tahun atau ketika kualitas air mulai menurun dan harus dicuci setidaknya setiap bulan untuk membersihkan sebagian filter dari kotoran. Memperhatikan Kandungan Kimia Dalam Air Kandungan bahan kimia dalam air kolam renang yang tidak tepat atau bersifat korosif dapat menyebabkan kerusakan pada kolam renang termasuk permukaan kolam, peralatan kolam, dek kolam. Campuran kimia pada air juga menjadi kunci dari air kolam yang tepat jernih dan tidak berbau. Penggunaan bahan kimia kolam renang tentu harus sesuai batas kadarnya. Jika terlalu berlebihan, maka dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan para pengguna kolam renang. Salah satu langkah penting dilakukan dalam berkaitan kandungan kimia dalam air adalah memeriksa kadar pH dan klorin kolam menggunakan test kit Cara pemakaian test kit terbilang sangatlah mudah dan memungkinkan Anda bisa langsung mengetahui status pH dan kadar klorin terkini dengan cepat. Adapun tingkat kadar klorin yang ideal adalah 1 hingga 1,5 ppm. Apabila kadar klorin kurang dari angka tersebut, maka Anda bisa menambahkan bahan kimia klorin ke dalam kolam secara bertahap. Sedangkan tingkat pH yang ideal berkisar antara 7,2-7,6 untuk melindungi kulit dan mata, serta perlengkapan dan pelapis kolam renang. Jika ternyata pH kurang ideal, maka dapat ditambahkan soda ash. Namun, jika tingkat pH terlalu tinggi, Anda memerlukan asam klorida kimiawi untuk menurunkannya. Itulah beberapa tips dan cara perawatan
read more
Archive
April 2025
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Tags